Wednesday, April 21, 2010

London


kota metropolitan yang melukis satu macam kehidupan
melapah resah mengenali wajah2 asing
disaat ini kesedihan dan kesepian
menghimpit diri di bumi asing
di sini lah aku bersembunyi

ku seret rawan hati ku
merawat luka yang berdarah
luka yang membiak menggigit
meratah kenangan yang sukar untuk di lupakan

kepedihan yang datang tanpa kira batasan waktu
walaupun di hujung belantara penyiksaan
ku cuba untuk melupakan
aku akur pada perpisahan

darah mengalir dalam luka ku sendiri
masa lalu yang terlalu parah
yang sukar untuk di buang

"masa akan menyembuhkan luka"
begitulah kata mereka tapi sakit nye masih terasa

kini ku bisa berdiri kembali
akan ku pastikan luka yang hampir sembuh
tidak akan berdarah lagi

terima kasih London
yang banyak mengajar ku
erti kehidupan ini

langit tidak selalu cerah
hujan tidak akan berpanjangan
tiba waktu mentari akan muncul
memberi secebis bahagia yang ku damba kan

Rindu




Dimalam ini……di waktu ini…..dan di saat ini
Ku sentiasa terkenangkan diri mu
Biarpun kau tiada di sisi

Walaupun ku tiba
tika malam menyapa diri……
Ku rasa kehadiran mu

Duhai adik ku kau penyeri laman ini
Gurau mu bak pelangi di hujung rindu
Yang mengundang seribu kerinduan

Meski pun rasa rindu sesak di dada ini
Untuk bertemu tika
Mentari menunjukkan diri
Tidak mungkin terjadi

Kekadang ku ingin sekali bersama mu
Tapi apa kan daya
Batas waktu yang memisahkan kita

Sekira nya suatu tika
Ku berundur pergi
Segala kema’afan
Ku pohon dari mu
Agar ku sentiasa berada
Di sudut hati mu

Saturday, April 17, 2010

Atuk



Atuk.......
duduk bersendirian
kesunyian menghimpit diri
bernyanyi lagu sendu

Atuk.......
duduk bersendirian
tanpa bicara,tanpa suara
diam membisu..

Atuk.....
duduk bersendirian
melayan kenangan lalu...
rindu yang tidak bertepi

Atuk.....
duduk bersendirian
mengenang usia yang sudah
lebih jangkauan waktu...

Atuk.......
ku ajak bersembang
tapi tetap membisu..
tanpa reaksi langsung!

Atuk........
adakah kau sudah bosan dengan kami
adakah kau bosan dengan hidup ini
adakah kau marah dengan telatah anak2 muda kini

Atuk.....
bicara lah,supaya kami tahu isi hati mu
bicara lah, supaya rindu mu terungkai indah
bicara lah, supaya lara bisa terubat
bicara lah, supaya kami bisa membantu

sombong



wajah bersembunyi di balik kerudung putih
senyum sinis terukir
hamparan suci dihulurkan
sesuci embun pagi

kau pendusta
kau pengkhianat
ego mu melata entah kemana

tapi itu hanya palsu belaka
kau pendusta dibalik kata-kata
mengkhianati diri
keegoaan beraja dihati

kau berjaya meraih simpati
percaya pada kata-kata
membuat ku bersalah


kau berasa puas bila ada yang terluka
senyum bahagia terukir sudah
bak helang bebas diudara

tapi usah rasa bahagia berpanjangan
hari nya pasti tiba
mengungkap seribu makna
pengertian akan bertandang

hukum karma permainan dunia
usah tersilap langkah teman
jika lara berganti arah

Jendela


Setiap kali ku buka jendela itu
Ku buka mata ku dengan luas
Ku ihat kebebasan
Ku lihat kehidupan

Ku tahu hidup ini tidak sentiasa jujur
Kerana……….
Setiap manusia hanya mahu
Mengutamakan diri mereka sendiri

Dari jendela itu
Ku lihat warna2 kehidupan
Seperti lakaran di atas kanvas
Yang jelek
Yang rakus

Apakah kehidupan begini
Yang kita dambakan

Suatu layar yang menggambarkan
Panorama kehidupan
Dimana ia ada di mana2
Bergerak dan bernafas
Dengan tidak merasa puas

Wednesday, April 14, 2010

engkau yang ku sayang



malam berlalu pergi....
begitu singkat ku kecapi
tanpa kata tanpa bicara
kehangatan mu masih terasa

mengapa kau harus pergi
tidak kau disisiku
tanpa ucapan selamat tinggal
tanpa lambaian dari mu

mentari muncul terlalu cepat
haruskah ia berakhir disini
ku tak bisa kehilangan mu
hembusan cinta mu terasa di mana mana

ku tahu terlalu singkat cinta mu buat ku
tapi keputusan di tangan mu
tanpa kata yang bisa ku ucapkan
untuk menghalang mu pergi dari ku

malam sudah berlalu pergi
membawa cebisan kasih ku
tanpa kata yang dapat ku ucapkan
tanpa selamat tinggal untuk mu sayang

kata-kata



Bagaimana harus ku bicara

jika aku tersilap kata

bisa bikin hati mereka berkata-kata

bagaimana harus ku berkata-kata

bila tersalah kata hati terluka...

terkadang membawa bahagia

dengan kata-kata juga kita bisa tersilap tafsir

tak semua kata-kata itu benar

tetapi kepalsuan juga bisa teselit dalam kata-kata

keindahan kata-kata tak bisa dilihat

tapi kita bisa merasa...


salam


Dunia kita bermula dari diri sendiri
akrab dan menyatukan fikiran
minda menerima
pelbagai pengalaman dan peristiwa

pertembungan yang membongkar
membelah kekabutan peristiwa
peristiwa yang mengakar
isu yang membuai rasa

mencabar membajai
anggapan yang bermacam-macam
bermula lah putaran fikiran
memaut seribu satu tafsiran

tela'ah dan pandangan
mungkin tidak semua yang ditolak
dan tidak semua yang diterima
apa yang menjelma dikotak fikiran
harus diterjemah dengan bijaksana

jika tidak kerana DIA

kita tidak akan jadi siapa-siapa
kabut yang menutupi minda
harus dibedah jika perlu....